Alat Kesehatan Bermerkuri Ditarik dari Peredaran

Alat kesehatan dengan kandungan merkuri ditarik dari peredaran. Tanggal 31 Desember 2020 adalah batas waktu penggunaan alat kesehatan (alkes) bermerkuri di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Sosialisasi terus dilakukan oleh Kementerian Kesehatan untuk memastikan target itu tercapai.

Fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit di daerah masih dalam proses untuk menginventarisasi dan menarik penggunaan alat kesehatan (alkes) bermerkuri. Dokter Taufan Karwur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin 19 Oktober mengatakan penarikan alkes bermerkuri sudah dilakukan sejak pertengahan tahun ini.

Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan ditargetkan tidak lagi menggunakan alat-alat kesehatan bermerkuri pada akhir Desember 2020. Hal ini dijelaskan Jelsi Natalia Marampa, Kepala Subdirektorat Pengamanan Limbah dan Radiasi, Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri menjadi dasar penarikan alkes bermerkuri. Alkes dengan bahan merkuri dimaksud adalah termasuk termometer (pengukur suhu tubuh), sfigmomanometer/tensimeter (alat pengukur tekanan darah) yang mengandung air raksa dan juga dental amalgam yang umum digunakan untuk menambal gigi berlubang.

“Maksud penghapusan disini menurut Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 adalah bahwa sudah melaksanakan penggantian atau subtitusi alat kesehatan yang mengandung merkuri dengan yang tidak mengandung merkuri”, jelas Jelsi Natalia dalam sebuah sosialisasi secara daring pada pekan lalu.

Dia menambahkan sampai dengan Oktober 2020, baru 32 persen fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia yang melaporkan pelaksanaan penghapusan alat kesehatan bermerkuri.

Penghapusan penggunaan alat-alat kesehatan bermerkuri itu sudah diamanatkan dalam kesepakatan internasional melalui konvensi Minamata tahun 2013, di mana Indonesia sudah berkomitmen untuk melaksanakannya dengan tujuan mengurangi risiko paparan merkuri terhadap pekerja dan pasien maupun lingkungan. (VOA/yl/ab)