Anggota DPR Sarankan Pemerintah Gratiskan Vaksinasi COVID-19

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Saleh Partaonan Daulay menyarankan pemerintah untuk menggratiskan vaksinasi Covid-19. Hal itu sebagai bagian dari upaya meredam penyebaran virus corona.

Pemerintah menyatakan hanya ada 32 juta penduduk yang menjadi peserta program vaksinasi gratis Covid-19. Jumlah ini hanya sekitar 14-24 persen dari keseluruhan target vaksinasi virus corona yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan, yakni sebanyak 107 juta penduduk.

Kelompok prioritas tersebut adalah 1.25 juta tenaga kesehatan dan 4.42 juta petugas pelayanan publik. Ada juga 26,4 juta orang penerima bantuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Selebihnya, 75 juta jiwa penduduk lainnya harus menjalani vaksinasi dengan mengeluarkan ongkos sendiri atau mandiri.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Saleh Partaonan Daulay, menyarankan agar vaksinasi Covid-19 dilakukan secara gratis. Menurutnya jika partisipasi warga dalam program vaksin mandiri rendah, maka upaya pemerintah untuk meredam penyebaran virus corona tersebut gagal.

aleh menegaskan vaksinasi hanya akan efektif apabila diberikan kepada 70 persen atau lebih warga masyarakat.

“Tapi bagi masyarakat yang mau, tanpa memandang mampu atau tidak mampu, ya digratiskan. Sekarang pemerintah hanya melihat yang tidak mampu saja yang digratiskan. Menurut saya kalau mereka mau (divaksin), baik mereka mampu atau tidak mampu, silakan digratiskan,” kata Saleh.

Apabila pemerintah tidak mampu untuk menggratiskan, maka ia berpendapat vaksin harus dipatok dengan harga yang tepat, artinya tidak terlalu mahal dan dengan nominal yang pasti. Rumah sakit pun harus mengikuti kebijakan pemerintah tersebut.

Lebih lanjut, Saleh menyatakan pemerintah setidaknya mengutamakan kota-kota besar yang rawan karena menurutnya kota-kota besar sangat terbuka dan tempat lalu lalang orang masuk dan keluar.

Selain itu, dia juga menambahkan harus adanya pemetaan untuk melihat mana yang masuk dalam zona merah, kuning dan hijau.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan dalam waktu dekat pemerintah akan mendatangkan tiga juta dosis vaksin untuk mendukung program vaksinasi pemerintah.

Distribusi vaksin tersebut juga akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengiriman satu juta dosis vaksin dari pusat ke daerah. Meski demikian, Terawan enggan memastikan apakah vaksinasi bisa dilaksanakan pada bulan Desember 2020. (VOA/ft/ah)