Arab Saudi Belum Buka Peluang Normalisasi Hubungan dengan Israel

maiwanews – Arab Saudi belum menunjukkan akan membuka peluang melakukan normalisasi hubungan bilateral dengan Israel. Dalam Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) Rabu 23 September, Raja Arab Saudi Salman menyatakan dukungan bagi perdamaian di Timur Tengah namun tidak ada sinyal mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Kedua negara itu sebelumnya telah menormalisasi hubungan dengan Israel. Selasa 15 September lalu dilakukan penandatanganan perjanjian damai (Abraham Accords) oleh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed, dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid al Zayani di halaman Selatan Gedung Putih Amerika Serikat.

Pekan lalu Presiden Amerika Donald Trump memperkirakan setelah penandatanganan Abraham Accords, Arab Saudi akan menyusul. Namun pernyataan Presiden Trump itu belum menunjukkan adanya kemungkinan akan terbukti. Dalam pidato di PBB, Raja Salman justru menegaskan sikap lama Saudi dalam mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.

Raja Salman juga menyatakan dukungan bagi prakarsa Perdamaian Arab 2002, prakarsa ini menawarkan normalisasi hubungan dengan Israel dengan imbalan negara Palestina. (VOA/ka/pp-VOA/ka/jm)