AS Peringatkan Turki Untuk Tidak Mengoperasikan Rudal S-400 Buatan Rusia

Amerika Serikat (AS) menunjukkan kekhawatiran terhadap kemungkinan Turki mengoperasikan rudal S-400. AS memperingatkan Turki agar tidak mengambil langkah tambahan untuk mengoperasionalkan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Amerika menekankan akan ada konsekuensi bahkan jika risiko itu mendorong Ankara lebih dekat ke aliansi dengan Moskow.

Hubungan antara Washington dan Ankara, yang memburuk dalam beberapa tahun terakhir, mencapai titik terendah baru pekan lalu ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengukuhkan militernya telah menguji sistem buatan Rusia itu.

Pengumuman itu memicu kecaman dari para pejabat pertahanan Amerika. Seorang pejabat penting Departemen Luar Negeri mengatakan Rabu 28 Oktober bahwa risiko sanksi baru terhadap Turki “sangat nyata.”

“Sanksi sangat penting,” kata Asisten Menteri Luar Negeri R. Clarke Cooper kepada para wartawan.

S-400 tidak tidak dapat dioperasikan dengan platform Amerika, kata Cooper, tetapi “sistem itu juga tidak dapat dioperasikan dengan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara.red).”

“Mengoperasikan aset atau sistem semacam itu menimbulkan risiko sanksi lebih lanjut dan risiko pembatasan lebih lanjut,” katanya.

Turki menandatangani kesepakatan untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia pada 2017. Pengiriman pertama dimulai pada Juli tahun lalu.

Sejak itu, Amerika telah menangguhkan partisipasi Turki dalam program jet tempur siluman F-35 dan telah berulang kali mengancam akan memberlakukan sanksi terhadap Ankara, meskipun sejauh ini belum ada sanksi yang diberlakukan.

Cooper pada Rabu 28 Oktober mengindikasikan kesabaran Amerika dengan Ankara mungkin akan habis. (VOA/lt/pp)