Bantuan Gempa Sulbar 7,5 Ton Dikirim Via Helikopter

BNPB mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan menggunakan helikopter di beberapa wilayah Sulawesi Barat (Sulbar). Sebanyak 7,5 ton bantuan dikirimkan dengan tiga helikopter pada hari Senin (1/2).

Tiga helikopter tersebut mengirimkan bantuan dengan total 11 sorti. Helikopter jenis Eurocopter (EC) 130B4 dengan registrasi PK – URR melakukan 6 sorti dengan total bantuan yang berhasil didistribusikan sebanyak 2.400 kg. Bantuan ini dikirimkan ke Desa Kampung Baru, Paledoang, Paku dan Tandu Rohang. Bantuan yang diberikan dari berbagai donator ini berupa makanan dan nonmakanan.

Sedangkan helikopter jenis EC 155 dengan registrasi PK – TPF melakukan 4 sorti dengan total muatan barang terdistribusi 1.800 kg. Bantuan dikirim ke Desa Karampuang, Kopeang, Kolehalang dan Marano.

Sementara itu, helikopter Mi-8 dengan registrasi RA 24699 mengirim total bantuan seberat 3.300 kg. Bantuan dikirimkan helikopter berbadan besar ini ke Desa Bambangan, yang terdiri dari bantuan makanan dan nonmakanan.

Total berat bantuan kemanusiaan terdistribusi hingga hari ini, Senin (1/2), seberat 153.000 kg. Operasi udara untuk distribusi bantuan kemanusian melibatkan beberapa jenis helikopter seperti Super Puma, Eurocopter, Mi-8 dan Chinook. BNPB memberikan dukungan 4 helikopter dalam penanganan darurat pascagempa M6,2 Sulbar. Pemanfaatan helikopter tersebut digunakan untuk mobilisasi personel medis dan kaji cepat, survei udara, evakuasi warga dan distribusi logistik.

Hingga hari ini, pos operasi udara masih menerima permintaan mobilisasi sukarelawan medis sehingga pengaturan distribusi bantuan disesuaikan tim gabungan operasi udara yang dikomandoi Satuan Tugas TNI AU.

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi dalam pendistribusian bantuan melalui helikopter ini tidak semua titik memiliki helipad. Helipad atau tempat pendaratan dibutuhkan pilot sehingga ketika helikopter dapat mendarat, ini dapat memudahkan bongkar muat bantuan dari badan helikopter. Terkadang, tim gabungan melakukan airdrop ketika tidak menemukan helipad yang aman untuk pendaratan di wilayah tujuan.

Esok hari (2/2), operasi udara ditargetkan tim gabungan pada wilayah terisolir lain, yaitu di wilayah Tapalang dan Tanggalok. Pos komando penanganan darurat bencana masih banyak menerima laporan masyarakat yang daerahnya belum tersentuh bantuan. (BNPB)