Belarus Izinkan Polisi Gunakan Senjata Api Hadapi Demonstran

Demonstrasi di Minsk Belarus 2008 .

Pemerintah Belarus mengizinkan polisi menggunakan senjata api terhadap pengunjuk rasa jika diperlukan. Sementara demonstrasi menuntut pengunduran diri Presiden Alexander Lukashenko, Senin 12 Oktober masih berlanjut.

Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan pada Senin 12 Oktober mengatakan demonstrasi menjadi terorganisir dan sangat radikal.

“Berkaitan dengan hal ini, pegawai Kementerian Dalam Negeri dan tentara tidak akan meninggalkan jalan-jalan dan, jika perlu, akan menggunakan peralatan khusus dan senjata militer,” katanya.

Kementerian itu, Senin 12 Oktober juga mengumumkan lebih dari 700 orang ditahan dalam demonstrasi sehari sebelumnya.

Pernyataan tersebut mengatakan dari 700 orang ditahan pada Minggu 11 Oktober, 570 di antaranya masih ditahan menunggu sidang pengadilan.

Lebih dari 2.000 orang, kebanyakan lansia, Senin 12 Oktober, ikut dalam “pawai para pensiunan” menentang pemerintah di ibu kota, Minsk. Mereka meneriakkan “pergi” dan sebagian melambai-lambaikan bendera yang melambangkan oposisi.

Demonstrasi-demonstrasi besar terjadi setiap akhir pekan sejak Lukashenko mengklaim kemenangan dalam pemilihan 9 Agustus yang disengketakan. Para demonstran menuntut pengunduran dirinya serta pembebasan tahanan politik.

Senin pagi, para menteri luar negeri Uni Eropa setuju untuk menjatuhkan sanksi terhadap Lukashenko serta pejabat senior lainnya. (my/pp)