Biden: ‘Setiap Warga Amerika Harus Kenakan Masker…’

Sekarang ini tercatat lebih dari 20 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia dengan lebih dari 759 ribu kematian. Sebentar lagi diperkirakan akan tercapai angka satu juta kematian di tengah masyarakat dunia.

“Setiap warga Amerika harus mengenakan masker sewaktu berada di luar rumah minimum selama tiga bulan mendatang,” kata Joe Biden, yang akan menjadi calon presiden dari partai Demokrat dalam pemilu mendatang, hari Kamis (13/8). Ini menandai setidaknya satu perbedaan dalam caranya menangani pandemi virus corona dibandingkan dengan cara Presiden Donald Trump.

“Setiap gubernur harus mengeluarkan mandat mengenai kewajiban mengenakan masker,” katanya. “Perkiraan para pakar menyebutkan ini akan menyelamatkan lebih dari 40 ribu jiwa.”

Trump, yang jarang terlihat mengenakan masker sementara virus ini merajalela di Amerika, telah menolak untuk mendesak agar gubernur mengeluarkan perintah wajib mengenakan masker.

Suatu kekeliruan dalam sistem pelaporan Covid-19 di California menyebabkan tidak dilaporkannya hingga 300 ribu kasus di negara bagian itu, kata para pejabat di sana.

Menurut data New York Times hari Jumat, California adalah negara bagian pertama di AS yang mencatat lebih dari 600 ribu kasus Covid-19, dengan hampir 11 ribu kematian. Pada hari Kamis, California melaporkan 7.911 kasus baru dan 187 kematian karena virus corona.

Sementara itu pakar penyakit menular terkemuka AS Dr. Anthony Fauci menyatakan ia berharap kondisi AS terkait pandemi ini akan lebih baik daripada sekarang.

Fauci mengatakan virus corona kemungkinan besar tidak akan pernah lenyap, tetapi para pejabat kesehatan dapat berusaha membuatnya berkurang ke “tingkat rendah.”

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan negara-negara harus melakukan semuanya, tes, pengisolasian dan perawatan pasien, serta pelacakan dan pengarantinaan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien.

Para pakar lainnya memperingatkan bahwa apabila para pemimpin dunia tidak bertindak untuk menanggulanginya, virus corona akan sama atau bahkan lebih mematikan daripada pandemi flu tahun 1918, yang diyakini menewaskan 50 juta orang di seluruh dunia.

Suatu penelitian baru yang dimuat Journal of the American Medical Association Network Open meninjau kasus di kota New York.

Disebutkan bahwa meskipun para dokter memasukkan faktor teknologi, obat-obatan dan informasi yang tidak ada 100 tahun silam, peningkatan jumlah kasus Covid-19 dalam dua bulan pertama wabah “secara substansial lebih besar” daripada puncak wabah flu 1918. (VOA/uh/ab)