Dialog Strategis Pompeo-faisal Perkuat Hubungan Bilateral AS-Saudi

Dialog strategis antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Michael R. Pompeo dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud memperkuat hubunga nbilateral kedua negara.

Dalam konferensi pers bersama di Washington DC Rabu 14 Oktober waktu setempat, Menlu Pompeo menyampaikan sejak Presiden Franklin Delano Roosevelt dan Raja Abdul Aziz Al Saud pertama kali meletakkan dasar untuk hubungan kedua negara 75 tahun lalu, Arab Saudi telah menjadi mitra penting.

“Percakapan kami pagi ini mencerminkan kesediaan bersama untuk menumbuhkan tidak hanya keamanan dan ikatan ekonomi kami, tetapi juga seluruh kemitraan kami”, ungkap Menlu Pompeo. Sebagai buktinya, Menlu Pompeo mengumumkan Amerika Serikat sedang bersiap untuk membangun Kedutaan Besar (Kedubes) baru di Riyadh di atas tanah seluas 26 acre atau sekitar 10,5 hektar.

Proyek tersebut bersamaan dengan pembukaan konsulat baru di Jeddah baru-baru ini dan pembangunan konsulat baru di Dhahran, investasi AS senilai lebih dari $1 miliar.

Terkait kerja sama bidang militer, Amerika Serikat mendukung program penjualan senjata ke Arab Saudi, sebuah upaya membantu Kerajaan melindungi warganya dan mempertahankan pekerjaan Amerika.

Menlu Arab Saudi pda kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Menteri Luar Negeri Pompeo dan kolega di Departemen Luar Negeri dan seluruh pemerintahan AS selaku tuan rumah dialog strategis Saudi-AS. Pertemuan tersebut dilaksanakan di waktu sangat penting.

“Kemitraan kuat kita sangat penting dalam menghadapi kekuatan ekstremisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan kemakmuran kita”, ungkap Menlu Faisal.

Menurut Menlu Faisal, kedua belah pihak melakukan diskusi sangat konstruktif tentang cara-cara untuk meningkatkan dan membangun hubungan bilateral yang kuat antara Kerajaan dan Amerika Serikat di semua bidang. Menlu Fasal juga mengutarakan dirinya menantikan diskusi lebih lanjut pada sore hari tentang upaya bersama untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan, dan untuk memperluas kerja sama ekonomi dan pertahanan. (US Department of State)