Dubes untuk Jerman, Mustapha Adib, Calon Kuat Perdana Menteri Lebanon

maiwanews – Duta Besar Lebanon untu Jerman Mustapha Adib menjadi calon kuat untuk jabatan Perdana Menteri di negeri itu. Ia telah memenangkan dukungan dari partai-partai besar untuk membentuk pemerintahan baru dimana saat ini Lebanon tengah dilanda krisis keuangan.

Penunjukan Mustapha Adib tampaknya akan dilakukan sebelum kunjungan Presiden Perancis Emmanuel Macron. Pemerintahan saat ini mendapat tekanan internasional agar mengatasi krisis (dianggap terburuk sejak perang saudara 1975-1990).

Sebelumnya, Lebanon dipimpin Hassan Diab, namun ia mundur pada 10 Agustus terkait ledakan pelabuhan Beirut, di mana sejumlah bahan kimia disimpan secara tidak aman.

Di Lebanon, perdana menteri harus dijabat oleh seorang Muslim Sunni. Pencalonan Adib pada Minggu 30 Agustus memenangkan dukungan politik penting dari mantan perdana menteri termasuk Saad al-Hariri, pemimpin partai Sunni terbesar, Gerakan Masa Depan.

Presiden Lebanon Michel Aoun, penganut Kristen Maronit, pada Senin 31 Agustus dijadwalkan bertemu dengan kelompok-kelompok di parlemen untuk melakukan konsultasi resmi guna menunjuk perdana menteri baru. Dia diharuskan mencalonkan kandidat dengan tingkat dukungan terbesar di antara anggota parlemen.

Sebuah sumber mengklaim partai Syiah Lebanon, Hizbullah (didukung Iran) dan Gerakan Amal (dipimpin Ketua Parlemen Nabih Berri), akan menunjuk Adib dalam konsultasi tersebut. Dukungan terhadap Adib juga diberikan oleh Gerakan Patriotik Bebas Kristen (FPM), sekutu politik Hizbullah, didirikan oleh Aoun, sekarang dipimpin oleh menantunya Gebran Bassil. (VoA/my/pp)