Facebook akan Tindak Penyebar Kebencian & Informasi Palsu

maiwanews – Raksasa jejaring sosial Facebook akan menindak kelompok (grup) pribadi jika di kalangan anggota tersebar konten bernada kebencian dan informasi palsu. Hal itu ditegaskan pihak Facebook Kamis 17 September.

Sebelumnya tindakan keras telah diambil secara meluas terhadap konten bernada kebencian dan informasi palsu, namun para pengguna beralih ke kelompok pribadi dalam berbagi konten.

Wakil presiden teknik Facebook, Tom Alison, dalam postingan di blog mengatakan orang-orang bergabung ke Facebook untuk saling terhubung, tapi mereka harus mengikuti aturan. Standar komunitas Facebook berlaku untuk semuanya, baik kelompok publik maupun pribadi, dan alat deteksi proaktif berlaku untuk keduanya.

Facebook menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memindai (scan) postingan secara otomatis, baik di halaman terbuka maupun dalam grup pribadi. Media sosial itu akan menghapus laman jika terdeteksi berulang kali melanggar peraturan atau melanggar standar jejaring sosial.

Menurut Alison, Lebih dari satu juta grup telah ditutup dalam setahun ini karena melanggar kebijakan ujaran kebencian. Sekitar 1,5 juta konten telah dihapus dari berbagai grup karena melanggar kebijakan tentang kebencian terorganisir. 91 persen postingan itu hasil sistem perangkat lunak otomatis. (VOA/ka/lt)