FDA Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Moderna

Badan Administrasi Makanan dan Obat Amerika (Food and Drug Administration/FDA) menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 kedua yang dibuat oleh perusahaan bioteknologi Moderna dan dikembangkan bersama National Institutes of Health atau NIH. Sebuah panel penasihat merekomendasikan vaksin itu untuk penggunaan darurat pada Kamis (17/12) sore. Sebelumnya, FDA sudah memberi persetujuan bagi vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer bersama mitranya, BioNTech.

Ini merupakan otorisasi vaksin pertama untuk Moderna. Vaksin ini mirip dengan vaksin Pfizer dan BioNTech yang kini sedang disuntikkan pada jutaan pekerja kesehatan dan penghuni rumah lanjut usia.

Kedua vaksin itu “jauh lebih baik dari harapan semula,” kata Direktur NIH Dr. Francis Collins kepada Associated Press. “Sains berperan di sini; sains telah menghasilkan sesuatu yang luar biasa.”

Kini setelah FDA memberikan otorisasi penggunaan vaksin Moderna, perusahaan farmasi itu mulai mendistribusikan jutaan dosis vaksin untuk para pekerja kesehatan dan penghuni rumah lanjut usia, dan akan tiba pada Senin (21/12).

Sementara Amerika memberi persetujuan pada vaksin kedua, krisis virus corona masih terus menyebabkan korban meninggal. Paling sedikit 313 ribu orang Amerika tewas akibat Covid-19 sampai Jumat malam, paling banyak di dunia sejauh ini, demikian menurut Johns Hopkins University. Brazil berada di peringkat kedua dengan hampir 185 ribu yang tewas.

Hari Jumat, Ketua DPR Nancy Pelosi dan Wapres Mike Pence menerima vaksinasi Covid-19. (VOA/jm/pp)