Hetifah Minta Vaksin COVID-19 Prioritaskan Guru

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan pihaknya berharap guru juga menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19, Sinovac. Diketahui, pemerintah telah menerima 1,2 juta vaksin dari Tiongkok itu yang sebelumnya tiba di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Minggu 6 Desember.

“Ada satu masukan, agar di dalam pemanfaatan vaksin, guru-guru diprioritaskan. Itu juga satu masukan bagus, bukan hanya tenaga kesehatan, tapi juga tenaga pendidik dan kependidikan,” papar Hetifah usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala dan Komite Sekolah se-Kota Bogor, PGRI, serta Dewan Pendidikan, di Taman Ekspresi, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa 8 Desember.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang terbuka dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat itu, dibahas mengenai kesiapan Pemerintah Kota Bogor melaksanakan pembelajaran, baik pembelajaran tatap muka (PTM) maupun evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hetifah melanjutkan, meski vaksin itu akan diprioritaskan kepada tenaga pendidik, pemberian vaksin juga sesuai keinginan para guru.

“(Namun) Jangan diwajibkan, karena itu hak asasi mereka untuk memilih. Namun jika mereka mau, mereka harus mendapat prioritas dengan biaya yang ditanggung pemerintah. Guru adalah pelayan publik yang sehari-hari berhadapan langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Oleh karena itu kesehatan mereka harus kita utamakan,” pungkas politisi Partai Golkar itu menutup pernyataannya.

Sebelumnya, dalam pertemuan itu Ketua PGRI Kota Bogor Muhammad Usman Tonda mengusulkan kepada pemerintah pusat agar para guru divaksinasi Covid-19 lebih dulu sebelum dimulainya PTM. Menurut Usam, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hendaknya tidak terburu-buru melaksanakan pembelajaran tatap muka tanpa mempersiapkan kondisi kesehatan para gurunya, karena rentan terpapar Covid-19.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Kota Bogor telah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai salah satu lokasi simulasi vaksinasi Covid-19. Pemkot Bogor menyiapkan skema pelaksanaan serta prioritas untuk vaksinasi. Kelompok prioritas untuk divaksinasi lebih dulu adalah tenaga kesehatan, tenaga pelayanan publik, termasuk guru, TNI, Polri, serta profesi lainnya yang rentan terpapar Covid-19. Kini, Pemkot melalui Dinas Kesehatan sedang menyusun datanya dan menyiapkan 25 Puskesmas untuk vaksinasi. (DPR/sof)