Istri Navalny Ditangkap, Polisi Bentrok dengan Demonstran di Rusia

Istri pemimpin oposisi Rusia yang dipenjara, Alexei Navalny, ditangkap polisi hari Minggu (31/1) setelah ikut serta dalam demonstrasi menentang pemenjaraan suaminya di Moskow.

Puluhan ribu orang berdemonstrasi di beberapa kota di seluruh Rusia, di mana sebagian bentrok dengan polisi.

Menurut sebuah kelompok pemantau, sekitar 3.800 orang telah ditangkap pihak berwenang Rusia. Lebih dari 1.000 orang ditahan di Moskow, termasuk istri Navalny, Yulia, yang memasang fotonya di Istagram dengan judul “jika kita berdiam diri, mereka akan mengejar salah seorang di antara kita besok.”

Pihak berwenang Rusia meningkatkan upaya masif untuk meredam gelombang demonstrasi setelah puluhan ribu orang berdemonstrasi menunjukkan ketidakpuasan mereka akhir pekan lalu, yang terbesar di Rusia selama bertahun-tahun.

Meskipun ada ancaman hukuman penjara, peringatan terhadap kelompok media sosial dan penjagaan ketat polisi; demonstrasi kembali melanda kota-kota di 11 zona waktu Rusia pada hari Minggu ini.

Polisi anti huru-hara bentrok dengan demonstran di St. Petersburg dalam aksi menuntut pembebasan Navalny. Sekitar 2.000 orang berdemonstrasi di kota itu dan sesekali terjadi bentrokan dengan polisi ketika sebagian demonstran mendorong polisi yang ingin melakukan penangkapan. Hampir 400 orang ditangkap.

Petikan video menunjukkan sejumlah orang ditangkap dengan cara yang kejam dan sebagian diantara mereka luka parah setelah bentrokan dengan polisi.

Alexei Navalny, seorang penyelidik anti-korupsi yang juga merupakan pengecam Presiden Vladimir Putin yang paling dikenal, ditangkap 17 Januari lalu ketika kembali dari Jerman di mana ia dirawat dan memulihkan diri selama lima bulan pasca insiden racun agen syaraf, yang menurutnya dilakukan oleh Kremlin.

Ia ditangkap karena diduga melanggar pembebasan bersyaratnya dengan tidak melapor kepada penegak hukum Rusia ketika ia memulihkan diri di Jerman. (VOA/em/lt)