Jepang Upayakan Komersialisasi Bahan Bakar Hidrogen pada 2030

Jepang tengah mengupayakan agar dapat menciptakan rantai pasokan bahan bakar hidrogen secara komersial pada tahun 2030. Langkah pengurangan emisi karbon itu disampaikan Menteri Perindustrian Jepang Hiroshi Kajiyama dalam konferensi hidrogen virtual pada Rabu 14 Oktober malam.

Jepang meluncurkan strategi hidrogen dasar pada tahun 2017, bertujuan untuk mengimpor sekitar 300 ribu ton hidrogen pada tahun 2030. Menteri Kajiyama mengatakan kementeriannya telah meminta anggaran hidrogen sebesar $ 800 juta (Rp 11,8 triliun) untuk tahun fiskal berikutnya, 20 persen lebih banyak dari tahun ini untuk mendukung pembuatan bahan bakar hidrogen agar lebih komersial.

Hidrogen telah disebut-sebut sebagai energi alternatif yang bersih untuk bahan bakar fosil. Sekarang, saat ekonomi besar mempersiapkan investasi hijau, para pendukung energi bersih mencoba untuk mendorong energi tersebut menjadi energi utama.

Pembangkit listrik tenaga hidrogen terbesar di dunia dengan kapasitas 10 megawatt, dibangun pada bulan Maret di prefektur Fukushima, Jepang utara.

Chiyoda Corp berhasil dalam proyek percontohan pada bulan Juni untuk mengirimkan hidrogen dalam bentuk kimia, methylcyclohexane, dari Brunei ke Jepang sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Toyota Motor dan delapan perusahaan lain, Rabu 14 Oktober, mengatakan mereka akan membentuk asosiasi hidrogen nasional pada bulan Desember untuk mempromosikan rantai pasokan hidrogen dan aliansi global. (VOA/ah/au)