Kasus Navalny, Rusia Buka Penyelidikan Kriminal

Badan penegak hukum Rusia telah membuka kasus pidana terhadap Lyubov Sobol, kuasa hukum Yayasan Anti Korupsi FBK yang didirikan oleh kritikus Kremlin yang vokal Alexei Navalny, dan telah menginterogasinya, demikian pernyataan kepala yayasan itu hari Jumat (25/12).

Direktur FBK Ivan Zhdanov mencuit di Twitter bahwa tim penyelidik melakukan penyelidikan terhadap Sobol karena masuk tanpa ijin “dengan menggunakan kekerasan atau mengancam untuk menggunakannya” setelah ia mengkritisi seorang agen FSB dalam serangan racun terhadap Navalny.

Kuasa hukum Sobol, Vladimir Voronin, mengatakan pada kantor berita Perancis AFP bahwa kliennya saat ini merupakan saksi mata dalam penyelidikan itu, tetapi menambahkan bahwa ia memperkirakan tuntutan terhadap Sobol akan disampaikan 25 Desember ini.

Belum ada tanggapan dari pihak berwenang Rusia.

Polisi menggeledah apartemen Sobol pada Jumat dini hari dan mengambil telpon dan beberapa komputernya, ujar pendukung Navalny. “Lyubov Sobol diinterogasi oleh Komite Penyelidik. Apartemennya digeledah,” ujar yayasan itu lewat Twitter.

Sobol memasang video di Twitter dari dalam apartemennya sebelum dibawa pergi. Dalam video itu putrinya yang berusia tujuh tahun terdengar menangis, sementara seseorang menggedor pintu depan dan berteriak untuk membuka pintu itu. “Mereka mengetuk pintu dan mengatakan ada polisi. Rupanya akan menggeledak rumah saya. Saya belum pernah digeledah sebelumnya. Selalu ada yang pertama. Ini karena saya baru-baru ini mendatangi orang yang meracuni Navalny,” ujar Sobol dalam video itu.

Sebuah rekaman kamera CCTV yang dirilis sekutu-sekutu Navalny menunjukkan beberapa orang yang berseragam hitam dan mengenakan masker berada di dalam gedung apartemen Sobol.

Sobol adalah bagian dari wartawan dan aktivis politik yang berupaya menjumpai Konstantin Kudryavtsev Senin malam (21/12), hari ketika Navalny merilis rekaman audio yang tampaknya merupakan pembicaraan dengan Kudryavtsev tentang peran FSB dalam insiden serangan racun itu. Ia ditahan sebentar di sebuah pos polisi.

Pengacara Sobol mengatakan penyelidikan itu dilakukan setelah muncul keluhan dari ibu mertua Kudryavtsev.

Navalny mengatakan “reaksi histeris” pihak berwenang Rusia hanya membuktikan bahwa mereka bersalah. (VOA/em/pp)