Kebudayaan Bisa Dikembangkan Jadi Komoditas Pariwisata

Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad mengapresiasi pelaksanaan Pagelaran Seni Budaya (PSB) dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Gorontalo. Diharapkan, kegiatan tersebut berkontribusi menjaga kelestarian kebudayaan tradisional, khususnya Gorontalo. Apalagi Indonesia kaya akan kebudayaan yang sangat banyak dan beragam. Bahkan sejak manusia lahir hingga mati dan dikuburkan, terdapat rangkaian budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Sayang, kebudayaan Indonesia yang sangat banyak, itu belum digali secara optimal. Selama ini, hasil cipta, karsa dan karya, itu baru sebatas menjadi kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat. Belum dikembangkan dengan baik, sehingga tidak memberi dampak secara ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

“Bagi orang asing, kebudayaan yang terdapat di Indonesia, memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga perlu dikembangkan menjadi komoditas wisata yang dapat memberi dampak ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, karena mampu menghadirkan wisatawan baik mancanegara maupun domestik,” demikian dikatakan Fadel Muhammad saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Pagelaran Seni Budaya Dalam Rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Gorontalo.

Fadel berharap, kebudayaan tradisional di Gorontalo bisa terus dikembangkan dengan baik, seperti yang dulu pernah dia lakukan sewaktu masih menjadi Gubernur. Sehingga pelaksanaan kegiatan budaya di daerah mampu mengundang wisatawan dan memberi keuntungan secara ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pagelaran Seni Budaya, Dalam Rangka Sosialisasi Empat Pilar, tersebut berlangsung di gedung Misfalah, Kota Gorontalo, Sabtu (12/12/2020) malam. Ikut hadir pada acara tersebut Anggota MPR Kelompok DPD H. Abdurrahman Abu Bakar Bahmid, LC serta Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR Siti Fauziah, SE, MM

Pada kesempatan itu, Fadel Muhammad juga berharap, masyarakat khususnya di Gorontalo mendukung program vaksinasi, Covid 19 yang akan dilaknakan oleh pemerintah. Dengan vaksinasi diharapkan, kehidupan masyarakat semakin membaik. Karena daya imun di dalam tubuhnya meningkat, dan tidak mudah terkena inveksi Covid-19.

“Ketersediaan vaksin Covid 19, belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat. Baru sebagian kecil anggota masyarakat yang akan divaksin. Yaitu, mereka yang berpotensi besar terpapar Korona. Karena itu, mari kita dukung dan sukseskan, gerakan vaksinasi Covid19, untuk memutus rantai Korona,” kata Fadel Muhammad menambahkan.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR Siti Fauziah, SE, MM. Menurut Bu Titi, begitu Siti Fauziah biasa disapa pihaknya sangat berhati hati dalam melaksanakan Pagelaran Seni Budaya selama pandemi Covid-19. Selain membatasi jumlah peserta yang terlibat, frekwensi kegiatan pun berkurang dibanding saat normal. Semua dilakukan, untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami mencoba disiplin melaksanakan protokol kesehatan, disetiap kegiatan MPR, termasuk pada Pagelaran Seni Budaya. Pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, selalu diketatkan dimana pun PSB dilaksanakan,” kata Siti Fauziah menambahkan.

Namun, itu bukan berarti kegiatan PSB dihentikan. Apalagi, Pagelaran Seni Budaya selalu menjadi sesuatu yang menarik bagi masyarakat. Selain itu, ada banyak pelajaran yang bisa diambil disetiap kegiatan PSB.

“Di sini kita mendapat khikmah dan pelajaran, dari pembacaan Kitab Maulid. Karena dalam pembacaan maulid tersebut terdapat teladan dan juga doa-doa keselamatan bagi kita semua. Termasuk keselamatan dunia akhirat, dan lepas dari marabahaya,” kata Bu Titi lagi.

Pelaksanaan Pagelaran Seni Budaya Dalam Rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Kota Gorontalo dimulai dengan pembacaan kitab maulid Simtudduror. Suara merdu pembacaan kisah perjalanan Rasulullah SAW, ini terdengar makin merdu karena diiringi tabuhan Hadroh dari group Al Khaeraat Kota Gorontalo pimpinan Sofyan Alhadar.

Suasana semakin khusuk saat Wakil Ketua MPR tiba di tempat acara. Pada saat bersamaan pembacaan maulid sampai pada prosesi Mahalul qiyam, di mana seluruh peserta berdiri, memberi salawat dan salam kepad Nabi Muhammad SAW.

Selain pembacaan maulid, PSB Gorontalo juga dimeriahkan dengan tarian Zapin. Tarian ini awalnya dilakukan oleh 2 orang pria, disusul beberapa orang laki-laki yang ikut menyusul kemudian. Selain itu, dalam PSB tersebut juga dihadirkan kebudayaan khas Gorontalo yaitu Walimah atau disebut juga Tolangga. Walimah adalah kebudayaan yang selalu hadir pada perayaan Maulid nabi. Tolangga merupakan jamuan kepada para guru dan tamu yang hadir pada acara tersebut.

Terdapat berbagai jamuan tradisional dalam satu paket Walimah. Seperti kue cucur, nasi goreng dengan ayam, buah-buahan, hingga kue dan minuman yang sudah akrab dengan kebiasaan masyarakat sehari-hari. (MPR)