Kemlu RI Bantah Ada Pembicaraan Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel

Beberapa hari terakhir muncul kabar Indonesia dan Israel sedang melakukan pembicaraan untuk menjajaki normalisasi hubungan kedua negara. Klaim itu disampaikan sejumlah sumber diplomatik Israel, termasuk Menteri Intelijen Eli Cohen yang dibocorkan oleh tiga media Israel, yakni Yediot Ahronot, Jerusalem Post, dan Times of Israel.

Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, saat diwawancara hari Selasa (15/12) membantah adanya pembicaraan ke arah normalisasi hubungan Israel.

“Saya tidak bisa merespon karena tidak ada pembicaraan. Kemlu (Kementerian Luar Negeri) sejauh saya yang ketahui tidak melakukan pembicaraan mengenai hal ini. Saya tidak bisa mengkonfirmasi karena sejauh yang saya pahami dan saya ketahui, secara faktanya tidak ada komunikasi antara Kementerian Luar Negeri dengan pihak Israel,” tegas Faizasyah.

Faizasyah menambahkan yang lebih tepat menjelaskan mengenai isu tersebut adalah sumber dari Israel. Menurutnya pihak Israel yang mesti menjelaskan kalau memang benar mereka berbicara dengan pihak mana pun di Indonesia.

Menurut Faizasyah, sesuai amanat konstitusi yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan digarisbawahi kembali oleh Presiden Soekarno dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika pada 1955 bahwa salah satu utang kita adalah mengenai wilayah Palestina yang masih diduduki oleh Israel.

Karena itu, lanjutnya, Indonesia harus berupaya untuk memastikan Palestina mendapatkan haknya untuk merdeka dan berdaulat. Itulah sebabnya Indonesia dan banyak negara lain senantiasa mengupaya tercapainya solusi dua negara untuk menyelesaikan isu Palestina ini.

Faizasyah menolak berspekulasi tentang adanya kemungkinan tekanan dari Amerika agar Indonesia menormalisasi hubungan dengan Israel. Tapi dia menegaskan kembali politik luar negeri Indonesia yang senantiasa mengutamakan kepentingan nasional dan mempertimbangkan faktor-faktor di dalam negeri. (VOA/fw/em)