Komisi IX Pantau Uji Klinis Vaksin di PT Bio Farma

Komisi IX DPR RI memantau uji klinis vaksin Corona (Covid-19) di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Pantauan ini sekaligus juga melihat dari dekat sejauh mana produksi dan distribusi vaksin yang dilakukan Bio Farma sebagai holding BUMN bidang farmasi yang diberi mandat memprodukasi vaksin Covid-19.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Dirut Bio Farma di Bandung, Jumat (22/1/2021), mengatakan, uji klinis vaksin harus memberi kepastian aman saat disuntikkan ke tubuh masyarakat penerima vaksin. “Kita ingin melihat uji klinisnya seperti apa. Kita tidak ingin vaksin jadi bumerang ke depan. Harus ada jaminan aman atau tidak,” seru Ninik, panggilan Nihayatul Wafiroh.

Dan Komisi IX yang berkunjung ke Bio Farma, ingin ikut meyakinkan masyarakat pula bahwa vaksin tersebut aman. Apalagi sudah ada izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Progres paroduksi dan distribusi juga dipantau komisi kesehatan DPR ini.

Menurut politisi PKB ini, Bio Farma memegang peran penting dan kunci soal vaksinasi Covid-19. Pihaknya tidak ingin kelak ada daerah yang belum mendapat pasokan vaksin. “Distribusi sejauh ini sudah bagus. 34 provinsi sudah menerima. Tinggal distribusi provinsi ke kabupaten/kota yang harus dilakukan. Sementara efek samping vaksin sejauh ini tidak ada,” ungkap Ninik.

Saat ini Bio Farma sedang mempoduksi vaksin dari Sinovac, China. Yang sudah siap edar sebanyak 4 juta dosis vaksin. Bio Farma sendiri telah menerima 15 juta vaksin Sinovac hingga Januari ini. (DPR/mh/sf)