Komisi X Dalami Karakter Wisata Berbasis Budaya di Gunung Kidul

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memimpin Kunjungan Kerja Reses Komsii X DPR RI ke Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kunker ini, Komisi X DPR RI melakukan pendalaman pada persoalan kebudayaan. Faqih pun mempertanyakan dampak pandemi Covid-19 pada pemajuan kebudayaan di Gunung Kidul.

“Permasalahan apa saja yang sering muncul terkait pemajuan kebudayaan? Bagaimana dampak pandemi COVID-19 berimplikasi terhadap kebudayaan di Gunungkidul. Apa kendala dan permasalahannya?” tanya Faqih saat memimpin rapat Tim Kunker Komisi X DPR RI dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul di Pendopo Kabupaten Gunung Kidul, DIY, Selasa (14/12/2020).

Selain itu, lanjut Fikri, kunker ini juga bertujuan untuk mendapatkan masukan berupa data-data faktual bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, olahraga, perpustakaan, khususnya dalam masa pandemi Covid-19 dan new normal di Gunung Kidul.

Lebih lanjut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu menambahkan, dalam kunker ini juga guna mendapatkan masukan terkait pokok-pokok substansi pembangunan nasional yang dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan sesuai dengan tugas dan fungsi Komisi X DPR RI.

Sementara itu di sisi lain, Bupati Gunung Kidul Badingah menjelaskan, terkait dengan pemajuan kebudayaan di daerahnya, seperti kesenian khas Gunung Kidul seperti seni tari jelantur dan tayub serta seni musik rinding gumbeng belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait.

Selain itu para pelaku seni dan budaya belum memanfaatkan sejarah lokal Gunung Kidul untuk memperkuat karakter wisata berbasis budaya. Tak tanya seni dan budaya, pemberdayaan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal dan meningkatkan mutu kerajinan lokal Gunung Kidul untuk mendukung pariwisata, belum mendapat perhatian sepenuhnya.

Badingah pun mengungkapkan, implikasi pandemi Covid-19 terhadap kebudayaan di Gunung Kidul cukup terasa, terutama pada aspek pementasan seni. Dinas Kebudayaan sempat menghentikan sejumlah pementasan, namun setelah Pemkab memperbolehkan kegiatan kembali berjalan, Dinas Kebudayaan kembali menggelar kegiatan pentas seni berbasis daring dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (DPR/eko/alw/sf)