Komunitas Muslim Bantu Bangun Kehidupan Warga Albania Pascagempa

Komunitas Muslim di Albania membantu keluarga yang menjadi korban pandemi virus corona sekaligus gempa bumi yang baru-baru ini melanda negara itu.

Banyak warga Albania yang terkena dampak gempa bumi tahun 2019 dan pandemi Covid-19 sejak 2020. Komunitas Muslim di Albania lantas memobilisasi diri untuk membantu kelompok paling rentan.

“Kami, pengurus Komunitas Muslim, mencoba mengerahkan tim kami semaksimal mungkin untuk dapat memberikan layanan bantuan sekaligus agar siap secara finansial untuk membantu seluruh umat beragama dan warga di negara kami,” kata Lauren Luli, imam Komunitas Muslim Albania.

Sejumlah masjid di ibu kota Tirana berubah menjadi pusat-pusat pengumpulan bantuan. Bahan makanan dan barang kebutuhan pokok lainnya dikumpulkan dan dikemas oleh para imam dan sukarelawan sebelum didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Jumlah keluarga yang mendapat bantuan akibat gempa bumi dan pandemi sungguh banyak. Dalam 5 hingga 6 bulan terakhir, kami menyalurkan bantuan kepada hampir 900 keluarga dalam bentuk makanan, tempat tidur portabel, selimut dan pakaian bagi warga yang harus mengungsi sementara di tenda-tenda,” kata Shpetim Seranaj, imam salah satu masjid di kota Tirana.

Pada 26 November 2019, Albania diguncang gempa bumi berkekuatan 6,4 Magnitudo. 51 orang tewas, ratusan luka-luka dan sekitar 17 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Salah satunya Elmi Spahiu, yang rumahnya rusak parah dihantam gempa dan harus terpaksa meninggalkannya. Para relawan Komunitas Islam membantu mengumpulkan dana dan membangun kembali rumahnya.

“Bantuan itu sangat bermakna, saya tidak tahu bagaimana mengartikan bantuan seperti itu. Ini bantuan yang sangat besar, hadiah yang berharga. Saya tidak pernah membayangkan Komunitas Muslim bisa melakukannya. Saya memuji mereka semua yang telah membantu saya,” ujar Elmi.

“Komunitas Muslim tak berhenti membantu kami, keluarga saya dan yang lain, setelah gempa bumi dan selama pandemi Covid-19. Kami sangat berterima kasih karena mereka tidak hanya membantu menyediakan tempat tinggal untuk kami, tapi juga mendukung kami secara moral,” tambah Bledar Xhepa, warga lain yang terdampak gempa dan pandemi.

Di Albania, yang merupakan salah satu negara termiskin di Eropa, sebagian besar warganya bekerja pada sektor usaha kecil dan menengah.

Banyak di antaranya terdampak pandemi virus corona dan kini tingkat pengangguran pun naik dari 11,2 persen menjadi 11,7 persen, menurut data pemerintah Albania.

“Negara kita terus mengalami dua situasi sulit dalam waktu berdekatan. Pertama, negara kita diguncang gempa bumi November 2019 lalu dan tak lama setelahnya pandemi Covid-19 melanda, membuat kehidupan setelah gempa bumi semakin sulit,” kata Lauren Luli.

Setidaknya 50 ribu warga menjadi pengangguran pada paruh pertama tahun 2020. (VOA/rd/em)