Kudeta Myanmar: Iran Tarik Semua Warganya

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan telah melakukan upaya untuk menarik warga negara Iran terakhir yang tersisa keluar dari Myanmar menyusul kudeta di negara Asia Tenggara dan deklarasi keadaan darurat satu tahun oleh militer.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin 1 Februari, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh mengatakan kedutaan besar Iran di Thailand, yang juga diakreditasi untuk Myanmar, telah menghubungi beberapa warga negara Iran di negara itu selama pandemi virus corona, dan membantu mereka keluar dari Myanmar.

“Warga negara terakhir yang tersisa adalah seorang wanita Iran, dan kedutaan berusaha untuk memastikan kesehatan dan keselamatannya dan untuk memberikan bantuan yang diperlukan untuk keberangkatannya dari Myanmar,” kata juru bicara itu.

Khatibzadeh menyarankan warga negara Iran untuk tidak bepergian ke negara itu sampai kondisi kesehatan dan keamanan pulih, dan sangat menyarankan warga negara Iran lainnya yang mungkin masih di Myanmar untuk memberi tahu kedutaan Iran di Thailand tentang situasi mereka.

Kudeta militer di Myanmar telah menggulingkan penasihat negara Aung San Suu Kyi dengan mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun.

Anggota pemerintah militer membenarkan kudeta tersebut dengan menunjukkan kecurangan pemilih yang meluas dalam pemilihan umum November yang dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi dari Aung San Suu Kyi. (Tasnim)