Lebanon Ingin Pembicaraan Perbatasan Maritim dengan Israel Berhasil

Presiden Lebanon, Rabu (16/12), mengatakan ia ingin pembicaraan mengenai perbatasan laut dengan Israel berhasil, dan bahwa perselisihan selama putaran terakhir perundingan dapat diselesaikan berdasarkan hukum internasional.

Presiden Michel Aoun mengatakan hal tersebut dalam pertemuan dengan John Desrocher, mediator AS untuk negosiasi antara Lebanon dan Israel. Desrocher berada di Beirut untuk berdiskusi dengan para pemimpin Lebanon.

Putaran keempat pembicaraan, yang dijadwalkan berlangsung Rabu, ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut, kata para pejabat di kedua negara tersebut.

Negosiasi tersebut adalah pembicaraan nonkeamanan pertama yang akan diadakan antara kedua negara. Lebanon dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dan secara teknis berada dalam keadaan perang setelah konflik selama beberapa dekade. Menyelesaikan masalah perbatasan dapat membuka jalan bagi kesepakatan minyak dan gas yang menguntungkan kedua pihak.

Israel dan Lebanon masing-masing mengklaim wilayah seluas 860 kilometer persegi di Laut Tengah. Selama putaran kedua perundingan, delegasi Lebanon yang merupakan gabungan antara para perwira militer dan pakar, menawarkan peta baru yang memperluas klaim mereka menjadi 1.430 kilometer persegi.

Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Radio Angkatan Darat pekan lalu bahwa “Lebanon menunjukkan sikap yang memprovokasi”, tetapi dia menambahkan bahwa semua negosiasi biasanya memang dimulai dengan “tuntutan yang berlebihan dan provokasi”.

“Saya berharap dalam beberapa bulan kita sudah bisa mencapai terobosan,” tambahnya.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Aoun mengutip pernyataannya kepada Desrocher bahwa Lebanon ingin pembicaraan itu berhasil karena akan memperkuat stabilitas wilayah dan memungkinkan Lebanon berinvestasi dalam sumber daya alam minyak dan gas.

Ia mengatakan perselisihan yang mengemuka selama putaran terakhir pembicaraan bisa diselesaikan melalui diskusi berdasarkan Hukum Laut. Aoun mengatakan jika pembicaraan terhenti maka “alternatif lain dapat diajukan” tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kendaraan militer Pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) memasuki Naqura, kota perbatasan selatan Lebanon, lokasi penyelenggaraan putaran kedua pembicaraan Lebanon dan Israel, 28 Oktober 2020.
BACA JUGA:
Lebanon, Israel, Dalam Putaran ke-2 Pembicaraan Perbatasan Maritim
Menurut Kedubes AS, pada hari yang sama, Desrocher dijadwalkan akan bertemu dengan komandan militer Lebanon Jenderal Joseph Aoun dan kepala tim negosiasi negara itu, Brigadir Jenderal Bassam Yassin.

Kedutaan Besar AS mengatakan pembicaraan tersebut terjadi sebagai bagian dari upaya mediasi Desrocher yang sedang berlangsung mengenai perbatasan maritim Lebanon-Israel. Masih menurut kedubes itu, diskusi tersebut berlangsung produktif dan memungkinkan pertukaran pandangan yang jujur tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang sama-sama menguntungkan dan sudah lama ditunggu-tunggu.

Putaran terakhir pembicaraan Lebanon-Israel diadakan November lalu dan diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di pos perbatasan antara kedua negara. (VOA/ab/uh)