Menko PMK Tekankan Disiplin Anggaran di 2021

Jelang akhir tahun 2020, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar acara silaturahmi sekaligus penguatan Reformasi Birokrasi (RB) terhadap seluruh pegawai Kemenko PMK, Senin 14 Desember.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy menekankan pentingnya pengaturan terhadap penggunaan anggaran di masing-masing unit kerja. Hal itu dinilai penting lantaran berpengaruh terhadap peningkatan capaian kinerja di tahun 2021 mendatang.

“Saat ini kita sudah memasuki penghujung tahun 2020, yang saya minta disiplin anggaran. Karena anggaran kita kecil jadi semua harus dipergunakan sebaik-baiknya dan harus terukur,” ujar Menko PMK.

Ia pun menekankan bahwa penggunaan anggaran harus diikuti dengan kegiatan monitoring evaluasi (monev). Selain itu, kegiatan monev juga sebaiknya dilakukan secara berjenjang sehingga target-target yang sudah dicanangkan akan bisa dicapai sebelum akhir tahun.

“Kalau ada yang tidak sesuai agar segera dievaluasi. Itu fungsinya monev. Yang sering dilakukan selama ini penggunaan anggaran itu ditumpuk di akhir tahun, akhirnya tergesa-gesa dan tidak jarang memunculkan diskresi. Kebiasaan yang seperti ini yang saya minta agar diubah dan harus diatur sedemikian rupa agar tidak menumpuk di akhir tahun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menko PMK juga mengingatkan agar penggunaan anggaran dapat betul-betul dimaksimalkan. Tidak melulu hanya diperuntukkan pada agenda rapat koordinasi semata, melainkan diperbanyak agenda monev guna mensinkronkan antara hasil rapat dengan kondisi real di lapangan.

Di samping itu, ia meminta kepada setiap kedeputian agar memiliki dashboard guna memudahkan dalam menjalankan tugas dan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian. Selain juga dapat memperkuat sinergitas antar kementerian/lembaga di bawah lingkup Kemenko PMK. (Kemenko PMK)