Pandemi Berdampak Besar pada Pariwisata dan Ekraf

Pandemi memberikan dampak yang besar bagi ekonomi Indonesia, tidak terkecuali pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf). Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengungkapkan, keadaan ini sangat berdampak langsung pada negara, mengingat sektor ini merupakan salah satu sumber devisa terbesar. Tidak hanya bagi negara, dampak ini tentu sangat dirasakan semua pihak yang terlibat.

Jumlah pelaku usaha yang mengeluhkan landainya keuntungan tidak sedikit. Pelaku usaha merugi, pekerjanya terkena PHK, dirumahkan sementara, hingga kerugian lainnya. Menurutnya adaptasi kebiasaan baru (new normal) melalui penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan untuk menjaga potensi sektor pariwisata dengan cara yang sehat dan tepat, khususnya dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi.

Politisi dari Fraksi Demokrat inu juga menekankan bahwa kesehatan dan keselamatan warga dan pengunjung adalah prioritas, yang terpenting di atas segalanya. “Kedua hal ini saling berkaitan erat. Jika kesehatan sudah terjamin, maka ekonomi pun akan meningkat secara otomatis,” paparnya saat menjadi pembicara dalam acara Bimbingan Teknis Pengenalan dan Promosi Wisata Khusus dengan Penerapan Protokol CHSE/K4 Pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (10/12/2020).

Dalam acara tersebut, Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan materi secara virtual. Akan tetapi, meski tidak dapat berjumpa langsung, Ibas mengungkapkan bahwa sejatinya jarak bukanlah halangan. “Walaupun kita hanya dapat bertemu secara virtual, saya yakin kita semua memiliki semangat yang sama untuk terus bersilaturahmi dan berjuang membangun bangsa, nggih,” ujar Ibas diikuti anggukan oleh semua peserta.

Acara ini dihadiri sekitar 100 peserta yang berasal dari industri pariwisata serta ekonomi kreatif. Selain Ibas, ada tiga pembicara lain yang juga ikut berpartisipasi, yakni Kabid Koordinator Promosi Wisata Minat Khusus Buatan Alfrida Pelita Sari, Perwakilan Unit Kerja Direktorat Industri Kreatif Musik Andar Bhakti Purnomo, dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan Andi Faliandra. (DPR/eko/sf)