PAUD Berperan Penting dalam Mewujudkan SDM Unggul

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan beberapa tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Tantangan pertama, jelasnya, adalah malnutrisi atau stunting yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Tantangan kedua adalah penanaman nilai-nilai kepribadian pada anak.

Menurut Menko PMK, jenjang pendidikan paling dasar, yakni pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat berperan penting dalam mewujudkan SDM unggul, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kepribadian pada anak.

“Baik itu nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai sosial, nilai-nilai kepribadian itu harus sudah ditanamkan sejak dini yaitu pada saat anak-anak usia dini ini, dan itu tanggung jawab dari PAUD,” ujarnya saat menyampaikan pidato kunci secara virtual dalam Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Selasa (4/8).

Menko Muhadjir mengatakan, di tahap usia dini cukup banyak hambatan yang dapat menggagalkan persiapan menuju SDM unggul. Seperti rendahnya kesadaran orang tua dalam memberikan pendidikan dan penanaman nilai-nilai kepribadian, serta rendahnya kesadaran dalam memberikan asupan gizi pada anak.

Karena itu, menurut Muhadjir, peran PAUD dan Kowani sebagai organisasi pencetus PAUD sangat strategis dalam menangani hambatan tersebut. Kowani, imbuhnya, juga perlu memperhatikan dan berkontribusi menyiapkan rumah tangga yang siap untuk melahirkan generasi unggul dan tidak stunting.

Lebih lanjut, menurutnya, pemerintah juga telah melakukan angkah afirmasi untuk meningkatkan PAUD. Kemendikbud bersama dengan Kementerian Desa menyiapkan minimal satu PAUD di setiap desa di seluruh Indonesia yang juga bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda).

“Kerja sama dengan pemda menjadi sangat penting, untuk Kowani terutama. Bagaimana menggandeng pemda supaya lapisan paling bawah yaitu di mana basis keluarga itu ada dan juga di mana pendidikan untuk awal anak itu ada itu betul-betul diperhatikan secara serius,” jelasnya.

Peran PAUD dalam menanamkan nilai-nilai kepribadian juga harus melalui kerja sama dengan orang tua. Hal tersebut, tegas Muhadjir, menjadi sangat mutlak. Menurutnya, PAUD hanya berkontribusi sebesar 25% dari total pertumbuhan kepribadian anak. Sedangkan 75% akan ditentukan oleh orang tuanya. Karena itu kerja sama antara PAUD dengan orang tua juga menjadi sangat penting.

“Karena guru PAUD lebih tahu daripada orang tuanya dalam hal tertentu saja, karena itu harus ada berbagi antara guru PAUD dengan orang tua. Jangan sampai guru PAUD tidak tahu persis bagaimana latar belakang, nilai-nilai yang dijunjung tinggi di dalam masing-masing keluarga dari anak-anak yang sedang dididiknya,” pungkasnya. (Kemenko PMK)