Pemerintah Pertajam Rencana Aksi Janji Presiden Bidang PMK

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan rapat penajaman rencana aksi janji prioritas presiden, khususnya bidang PMK tahun 2020, di Hotel Harris Vertu, Jakarta, 18-19 Agustus 2020.

Sesmenko PMK Y. B. Satya Sananugraha mengatakan bahwa janji presiden pada bidang PMK tentu mencakup keseluruhan program kementerian/lembaga (k/l) di bawah lingkup Kemenko PMK. Oleh karena itu, semua pihak diharap turut berpartisipasi dalam memberikan masukan.

“Mengingat janji presiden salah satunya menyangkut bidang PMK, maka tugas kita semua untuk memastikan janji tersebut terlaksana dengan baik dan mencapai target sasaran,” ujarnya seraya membuka rapat pada Selasa (18/8).

Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Kemenko PMK Iwan Eka Setiawan menambahkan bahwa rencana aksi janji presiden ditargetkan sudah harus ada sebelum September 2020. Sekali lagi, kementerian/lembaga diminta untuk segera memberikan masukan.

“Untuk laporan rencana aksi akan dikirim minggu depan. Jadi sebelum 25 atau 26 Agustus harus sudah input data,” tegas Iwan.

Sebagaimana telah disepakati bersama, ia pun menerangkan bahwa di dalam penajaman rencana aksi janji presiden juga perlu dimasukkan mengenai program dan anggaran refocussing yang digunakan untuk penanganan Covid-19.

Program dan anggaran refocussing itu berkaitan erat dengan janji presiden terkait kartu sembako murah, melanjutkan reformasi sistem penyaluran bansos seperti KIP, PBI JKN-KIS, PKH, BPNT sehingga lebih sederhana, transparan, tepat sasaran, terintegrasi, serta memperhatikan penciptaan multiplier bagi ekonomi UMKM, dan juga melanjutkan JKN.

“Terkait penanganan Covid seperti refocussing juga harus dimunculkan sehingga seimbang karena ada pengetatan anggaran K/L untuk refocussing,” pungkas Iwan.

Lebih lanjut, pada hari kedua rapat membahas janji presiden mengenai penurunan stunting hingga 10% dalam waktu 5 tahun, meningkatkan akses perempuan dan ibu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan reproduksi, KIP kuliah, serta mengembangkan e-sport dan industri gaming untuk menjadi salah satu modal bangsa.

Rapat tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Transformasi Birokrasi Kemenko PMK Didik Suhardi, para pejabat eselon 2 serta perwakilan kementerian/lembaga di bawah lingkup Kemenko PMK, KSP, termasuk Gugus Tugas Unit Penyampaian Janji Presiden Kemenko PMK. (Kemenko PMK)