Pengungsi Gempa Sulbar Terancam Kekurangan Pasokan Makanan

Warga masyarakat Dusun Petakeang, Kelurahan Galung, Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terancam kekurangan pasokan makanan. Mereka mengeluhkan keterbatasan bahan makanan karena persediaan yang semakin menipis. Kini tidak banyak lagi bantuan logistik yang diantarkan ke Posko Bencana di dusun itu, sejak berakhirnya status keadaan tanggap darurat bencana gempa bumi

“Kalau sekarang posisi logistik di pengungsian ini kemungkinan besar masyarakat di sini hanya mencukupi satu dua hari ke depan ini. Kami selaku petugas yang ada di Posko sudah kehabisan persediaan, jadi kami tidak tahu mau pergi kemana cari logistik,” kata Riswan Yasis (32), ketua karang taruna setempat, Jumat (5/2) sore.

Bantuan terakhir kali yang diterima warga di dusun itu berupa tiga setengah liter beras, satu gelas minyak goreng dan lima bungkus mie instan untuk setiap kepala keluarga pada 2 Februari 2021. Riswan berharap dalam masa transisi darurat ke pemulihan, pemerintah memberikan perhatian bagi pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat yang diperkirakannya akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Dari pantauan VOA, ratusan warga terlihat masih menempati tenda-tenda darurat yang terbuat dari terpal. Tenda-tenda darurat itu dibuat di depan rumah yang rusak akibat gempa maupun di wilayah perbukitan tidak jauh dari dusun tersebut.

Di lokasi pengungsian itu terdapat 255 kepala keluarga atau 927 jiwa, termasuk diantaranya 88 balita, 44 lansia dan delapan ibu hamil.

“Kami ini kemungkinan akan lama tinggal di tenda, karena rumah warga pada roboh jadi besar kemungkinan akan berbulan-bulan bertahan di tenda” ungkap Riswan yang rumahnya pun mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 6,2 skala Ritcher, Jumat (15/1). (VOA/yl/ah)