Peringatan HUT RI Diharap Tetap Bermakna Meski dalam Pandemi

Bangsa Indonesia saat ini tengah merayakan hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-75. Perayaan kali ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dimana masyarakat harus tetap melaksanakan protokol pencegahan Covid-19. Sehubungan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, pandemi bukanlah sebuah alasan peringatan Hari Kemerdekaan RI menjadi kurang meriah.

“Yang kita rayakan adalah semangatnya. Mungkin pada hari ini sebagian besar kita tidak bisa mengikuti upacara, atau lomba-lomba 17-an. Tapi tidak berarti hari ini berlalu begitu saja,” ujarnya melalui siaran persnya, Minggu (16/8/2020). Ia mencontohkan, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti imbauan pemerintah untuk berdiri tegak dan melakukan sikap sempurna pada tanggal 17 Agustus pukul 10.17 WIB.

Ia mengajak semua melakukan imbauan tersebut dari rumah masing-masing. Karena pandemi, upacara virtual adalah cara sederhana untuk bersama memperingatinya. Sikap sempurna saat mendengar lagu kebangsaan adalah penerjemahan dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Ia juga menambahkan, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengibarkan bendera merah putih di kediaman masing-masing. “Itulah cara minimal kita mewujudkan cinta tanah air dan merayakan HUT RI di masa pandemi ini, agar momentumnya tidak terlewat. Justru di masa sulit ini, momentum ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam bergotong-royong mengatasi pandemi,” pungkasnya.

Hetifah sendiri telah membagikan 1000 bendera merah putih bagi rakyat Kalimantan Timur. Bendera tersebut dibagikan di sejumlah Kabupaten dan Kota di Kaltim, seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Paser. (DPR/rnm/es)