Rusia China Tolak Sanksi AS Terhadap Iran

maiwanews – Rusia dan China menolak penerapan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran. Adapun Inggris, Prancis, dan Jerman menilai pengumuman sanksi Amerika tidak memiliki dampak hukum.

Menurut Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Robert O’Brien, pemerintahan Presiden Donald Trump menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Amerika Serikat juga mengambil langkah-langkah pengendalian ekspor terhadap 27 entitas dan individu terkait program senjata nuklir Iran. Demikian disampaikan Robert O’Brien Senin 21 September.

Sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran diberlakukan untuk mengekang ancaman nuklir, rudal, dan senjata konvensional Iran. Langkah itu dilakukan setelah Amerika, Sabtu 19 September malam, menyampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa embargo senjata terhadap Iran diberlakukan kembali tanpa batas.

Pemerintahan Presiden Trump akan memblokir properti individu jika terlibat dalam pengiriman bahan senjata dan alat militer dari dan ke Iran. Departemen Luar Negeri (Deplu) dan Departemen Keuangan (Depkeu) juga merinci bagaimana penerapan hukum terhadap individu dan bisnis asing atas pelanggaran itu.

Atas kebijakan baru itu, China Senin 21 September menyatakan menentang dan menyebut tindakan itu sebagai sanksi sepihak dan ilegal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Wang Wenbin, dalam sebuah konferensi pers di Beijing mengatakan Amerika mengikuti hukum internasional hanya kalau merasa nyaman. (VOA/ka/pp)