Rusia Kecam Sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah

Diplomat tertinggi Rusia Sergey Lavrov mengecam AS dan beberapa sekutunya karena memberlakukan ‘sanksi-sanksi pidana secara sepihak’ terhadap Suriah. Kecaman disampaikan dalam pertemuan pada Kamis (17/12) dengan mitranya dari Suriah di Moskow.

Lavrov mengemukakan beberapa sanksi terhadap Damaskus itu semakin “menghambat” pembangunan sosio-ekonomi Suriah” dan memunculkan sejumlah masalah lain selama pandemi virus corona.

Berbicara bersama Lavrov, Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad mengklaim bahwa AS berperan dalam “penghancuran Suriah.” Ia juga menegaskan bahwa perilaku tersebut “bertentangan dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

Sementara itu Vladimir Putin pada, Kamis (17/12) menyatakan ia belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri untuk dipilih kembali pada tahun 2024 atau tidak. Akan tetapi presiden Rusia itu menambahkan bahwa rakyat memberinya hak tersebut dalam pemungutan suara nasional mengenai amandemen konstitusi dalam musim panas.

Putin berpidato dalam konferensi pers tahunan jurnalis Rusia di Moskow melalui tautan video dari Novo-Ogaryovo. (VOA/mg/ka)