Wapres Hadiri Pembukaan Musyawarah Nasional MUI ke-10

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Maruf Amin menghadiri acara Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-10 Tahun 2020, Rabu malam 25 November. Wapres hadir secara langsung di Ballroom Hotel Sultan Jakarta bersama para pimpinan MUI dan undangan lainnya. Acara pembukaan dimulai pada pukul 19.30 dan setelahnya dilanjutkan dengan sesi I Pleno Munas.

Pembukaan ditandai dengan amanat yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasinya atas kiprah MUI dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang damai serta membangun hubungan yang harmonis dan kondusif antar umat beragama di Indonesia ditengah kemajemukan yang ada.

“Pemerintah mendukung penuh upaya MUI dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta) dalam kehidupan bangsa yang majemuk,” ungkap Presiden.

“Alhamdulillah ikhtiar MUI didukung oleh semua elemen bangsa yang menyadari untuk hidup berdampingan dan bekerja sama demi kebaikan dan kemajuan bangsa. Pemerintah tidak dibiarkan sendiri, namun ditemani bahkan dibantu oleh berbagai ormas Islam bersama para ulama, para habib, dan para cendekiawan muslim. Inilah modal berharga kita sebagai sebuah bangsa yang belum tentu dimiliki oleh negara-negara lain,” tambahnya.

Di sisi lain, Presiden juga mengimbau agar MUI dapat terus berperan aktif dalam mengawal penerapan protokol kesehatan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tengah umat serta mengawal program vaksinasi Covid-19 yang sedang dalam tahap persiapan.

“Saya mohon MUI juga dapat mengawal program vaksinasi sebagai jalan keluar dalam mengatasi pandemi,” imbau Presiden.

Sebelumnya, Wapres selaku Ketua Umum MUI non aktif menyampaikan bahwa pada Munas MUI ke-9, telah ditetapkan Islam Wasathiyah (moderat) sebagai landasan kerja para pengurus MUI. Hal tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang majemuk. Oleh karena itu, Wapres menegaskan bahwa semangat Islam Wasathiyah harus terus dibawa dan dijaga oleh seluruh pengurus MUI dalam menjalankan tugasnya ke depan.

“Komitmen untuk tetap menjadikan Islam Wasathiyah sebagai cara berpikir, bersikap, dan bertindak harus tetap menjadi pedoman dalam setiap kiprah MUI di masa yang akan datang,” tegas Wapres.

Ia juga menyampaikan bahwa MUI sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, harus terus melakukan pembenahan dan adaptasi terhadap tantangan zaman. Hal tersebut dilakukan untuk dapat memberikan pelayanan dan pengayoman yang optimal kepada umat. Untuk itu, menjawab tantangan yang ada saat ini, MUI diharapkan dapat mendorong diterapkannya digitalisasi dalam tata kelola perkantoran MUI.

“Kita menyadari bahwa teknologi informasi berkembang demikian cepat. Hal ini akan mengubah secara mendasar tata hidup masyarakat. Mereka dipaksa untuk terus bergerak menuju era baru yang serba digital. Oleh karena itu, MUI tidak boleh terlambat mengantisipasi hal itu. MUI harus siap menyongsong datangnya tren digital tersebut. Program yang dijalankan MUI sudah harus disesuaikan dengan tuntutan tren digital,” tandas Wapres.

Sebagai informasi, Munas yang mengangkat tema “Meluruskan Arah Bangsa dengan Wasathiyatul Islam, Pancasila, serta UUD NRI 1945 secara Murni dan Konsekuen” ini diselenggarakan di Hotel Sultan Jakarta selama tiga hari, 25 – 27 November 2020. Acara diikuti oleh 130 peserta luring dan 300 peserta daring yang berasal dari 34 MUI provinsi, komisi dan lembaga MUI Pusat, dan para ormas pendiri, serta perwakilan dari perguruan tinggi dan pesantren. Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat pada acara ini, khususnya untuk acara yang diadakan secara luring di Jakarta. Seluruh peserta yang hadir telah melaksanakan tes Polymerase Chain Reaction (PCR)/swab tes yang diadakan di kantor MUI Pusat.

Adapun agenda Munas MUI tahun 2020 diantaranya pemilihan Ketua Umum MUI dan Dewan Pimpinan MUI periode 2020-2025, serta pemilihan Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025. Selain itu, Munas ini juga akan membahas beberapa hal terkait dengan fatwa serta vaksin untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Hadir pada acara pembukaan diantaranya Wakil Presiden ke 10 dan ke 12 M. Jusuf Kalla, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, para ketua lembaga tinggi negara, dan para Duta Besar negara sahabat.(Setwapres/NN, KIP/DAS)